Lingkungan merupakan segala sesuatu yang memengaruhi kehidupan makhluk hidup yang mencakup keadaan sumber daya alam (tanah, air, energi, surya, mineral, flora, dan fauna) dengan manusia. Masalah lingkungan yang kita hadapi dari tahun ke tahun semakin meningkat baik yang berasal dari pencemaran air maupun pencemaran udara. Hal ini bukan hanya disebabkan oleh kegiatan industrinya, tetapi juga oleh aktivitas manusia dalam rumah tangga.
Lingkungan hidup sendiri merupakan aspek krusial yang memengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Dengan adanya aktivitas-aktivitas manusia yang dapat mengganggu keberlangsungan dan kelestarian lingkungan menjadi isu yang kian genting. Berbagai kasus pencemaran lingkungan yang mengakibatkan terganggunya aktivitas,kondisi kesehatan, serta kenyamanan antar makhluk hidup menjadi salah satu pokok pembahasan dalam dunia melalui SGDs. Sehingga dalam pencetusan gagasaan aksi dan pelaksana, diperlukan keterlibatan aktif sebagai wujud memperjuangkan kelestarian lingkungan.
Siapa yang bertanggungjawab dalam masalah ini? Tentu saja kita semua. Apalagi generasi muda yang mendapat mandat menjadi agen perubahan (agent of change). Lalu harus dimulai darimana aksi ini? Dimulai dari rumah kita sendiri, yaitu kampus kita tercinta. Perwujudan dari kecintaan kita terhadap alam dan sesama sebagai mahasiswa di Universitas Sebelas Maret, saya memiliki kesempatan berharga untuk berkontribusi pada proses edukasi, inovasi, dan sosialisasi, serta agen yang membawa tanggung jawab penguatan wawasan lingkungan hidup bagi kampus saya melalui peran sebagai duta kampus, moderator, MC, dan influencer.
- Duta Kampus: Menyuarakan Kepedulian Lingkungan
Duta kampus merupakan representatif yang memiliki dampak serta ‘power’ yang begitu luar biasa dalam mempengaruhi mahasiswa lain untuk melakukan suatu hal. Duta kampus bersinergi bersama dengan berbagai pihak menyuarakan aksi kepedulian lingkungan melalui program-program yang memiliki target yaitu kampus hijau. Sebagai duta kampus, saya memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan dan menyampaikan suara mahasiswa dalam isu-isu lingkungan.
- Moderator dan MC: Menyatukan Pemikiran dan Ide
Moderator, berperan sebagai pilot atau pengendali diskusi. Sebagai seorang moderator, saya terlibat dalam berbagai forum diskusi dan debat terkait isu lingkungan. Ini memberikan peluang untuk mendiskusikan ide-ide inovatif dan solusi konkret yang dapat diimplementasikan di lingkungan kampus.
- Project inisiator : Mengkomunikasikan Pesan Lingkungan dengan Kreativitas
Menciptakan ide-ide kreatif untuk menyampaikan pesan lingkungan dengan cara yang menarik dan berbeda. Dapat dengan cara merancang kampanye, proyek seni, atau inisiatif kreatif lainnya untuk membangun kesadaran dan keterlibatan. Gagasan project yang saya miliki bagi kampus saya ialah: kolaborasi bersama bank sampah UNS untuk menciptakan pembangkit listrik tenaga sampah, sekaligus kampanye Beyond Plastic: Unleashing a Zero Waste Revolution pada mahasiswa sehingga mengurangi pencemaran lingkungan akibat timbunan sampah plastik yang sulit terurai.
- Influencer: Inspiring Environmental Love through Social Media Influence
Sebagai seorang influencer, saya menggunakan platform media sosial untuk menyebarkan pesan-pesan positif terkait lingkungan. Melalui konten-konten edukatif, tantangan lingkungan, dan menyebarluaskan kegiatan kepedulian lingkungan, saya berusaha memotivasi dan mengajak orang untuk mengambil tindakan kecil yang berdampak besar pada keberlanjutan.
Melalui pengalaman sebagai duta kampus, moderator, MC, project inisiator dan influencer, saya menyadari betapa pentingnya peran mahasiswa dalam membentuk sikap dan tindakan positif terhadap lingkungan. Sebagai pemimpin lingkungan di kampus, saya bersama rekan-rekan Sobat Bumi dan mahasiswa lainnya, berkomitmen untuk terus menyuarakan dan mewujudkan perubahan positif demi kelestarian lingkungan.
Karena Perubahan Besar diawali dari Langkah Kecil.
Sobat Bumi UNS, Cintai Bumi Selamatkan Bumi!
Angelika Fendys Shallomita
(Sobat Bumi Regional DIY dan Surakarta)