Sampah organik menjadi sorotan utama yang memerlukan solusi segera dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan lingkungan saat ini. Menyadari bahwa bumi kita semakin terperangkap dalam dampak negatif akibat manajemen sampah yang kurang efektif, merupakan kewajiban bersama untuk mencari solusi inovatif dan berkelanjutan.
Dalam hal ini, penyelesaian isu lingkungan bukanlah hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tugas setiap individu dan entitas dalam masyarakat. Dengan menyelami berbagai perspektif dan pendekatan, mari kita telaah bersama beberapa langkah konkret yang dapat diambil untuk menciptakan perubahan positif dalam pengelolaan sampah organik, menjaga keseimbangan ekosistem, dan mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan.
Ungkapan “memilah sampah, dan mengolah sampah” memang sudah sering kita dengar, akan tetapi penerapannya yang masih sangat kurang, kata sederhana tersebut menjadi kunci dalam menyelamatkan bumi dari ancaman sampah. Pentingnya mengubah kesadaran dan cara kita mengelola sampah organik tidak dapat dipandang sebelah mata.
Langkah-langkah konkret perlu diambil untuk menciptakan perubahan positif yang signifikan dalam pengelolaan sampah organik, seperti Langkah awal yang krusial adalah meningkatkan kesadaran masyarakat. Dibutuhkan kampanye edukasi yang kuat melalui berbagai media, termasuk media sosial, televisi, dan seminar lokal serta menggaungkan bersama deklarasi “Siap Memilah Sampah”, merangkul pendekatan berbasis komunitas adalah langkah berani yang dapat diambil.
Dengan membangun pusat pengomposan komunitas dan mengajak warga untuk berpartisipasi aktif dalam prosesnya, memanfaatkan teknologi dalam pengelolaan sampah organik adalah langkah tepat, penggunaan aplikasi untuk memfasilitasi pemantauan sampah, pengelolaan jadwal pengomposan, atau bahkan pemberian insentif bagi mereka yang berpartisipasi aktif dapat meningkatkan efisiensi dan daya tarik dalam upaya pengelolaan sampah, dan peran pemerintah dalam memfasilitasi juga mengeluarkan regulasi terkait pengolahan sampah, serta pentingnya pendidikan berkelanjutan yang diiringi dengan monev untuk memantau keberlangsungan upaya untuk mengatasi sampah organik.
“Korbankan beberapa waktumu untuk menangani sampah, sebelum bumi yang dikorbankan”
Ni Komang Tirkayanti
UNUD – Sobat Bumi Regional Bali