Infografis : Ersah Atthbarry R (UBT – Sobat Bumi Indonesia Regional Kalimantan)


Fakta Lingkungan – Limbah Makan Bergizi Gratis : Perlu Kesadaran dan Tindakan Nyata
Program makan bergizi gratis bertujuan membantu masyarakat, terutama anak-anak, mendapatkan asupan gizi yang cukup. Namun, di balik tujuan tersebut muncul potensi persoalan baru, yaitu meningkatnya limbah makanan dan kemasan yang dihasilkan dari distribusi makanan dalam jumlah besar. Para ahli dari Universitas Sebelas Maret mengingatkan bahwa tanpa perencanaan pengelolaan yang baik, program ini dapat menimbulkan penumpukan sampah makanan dan kemasan sekali pakai yang berpotensi membebani lingkungan.
Kenapa Ini Perlu Diperhatikan?
Produksi makanan dalam skala besar berpotensi menghasilkan sisa makanan dan limbah kemasan yang cukup banyak. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah tersebut dapat menambah volume sampah, memperburuk pencemaran lingkungan, serta meningkatkan beban pengelolaan sampah di daerah. Karena itu, pengelolaan limbah perlu dipertimbangkan sejak tahap perencanaan program agar manfaat sosialnya tidak diikuti dampak lingkungan yang merugikan.
Apa yang Bisa Dilakukan?
Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah mulai menyiapkan langkah antisipasi. Salah satu solusi yang disampaikan adalah memanfaatkan sisa makanan menjadi kompos sehingga limbah organik dapat diolah kembali dan tidak berakhir sebagai sampah. Selain itu, pengelolaan limbah dapat dilakukan dengan mengatur porsi makanan secara tepat untuk mengurangi sisa, menggunakan kemasan yang ramah lingkungan atau dapat didaur ulang, menyediakan fasilitas pemilahan sampah, serta memberikan edukasi kepada penerima manfaat dan pihak terkait mengenai pentingnya pengelolaan limbah yang bertanggung jawab.
Dengan perencanaan yang baik dan keterlibatan berbagai pihak, program makan bergizi gratis dapat tetap memberikan manfaat kesehatan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Cintai Bumi, Selamatkan Bumi 🌍🌱