Sobat Bumi Indonesia

Gerakan Eco-Literasi Tuk Wujudkan Pengembangan Green Campus

Green campus adalah sebuah konsep pengembangan kampus di era industri 4.0 yang masih belum sepenuhnya di implementasikan. Konsep pembangunan berkelanjutan berbasis green ini berkembang mengingat aktivitas manusia dan industri yang tidak ramah lingkungan mengakibatkan terjadinya ketidakstabilan lingkungan seperti lapisan ozon akibat rumah kaca, limbah industri, dan pengelolaan alam yang tidak ramah lingkungan. Kerusakan lingkungan adalah sebuah hal yang harus diperhatikan karena sangat mempengaruhi kehidupan di sekitarnya.

Salah satu faktor perusak lingkungan adalah limbah B3 dan sampah. Timbunan sampah yang dihasilkan berbeda-beda jenisnya tergantung pada tempat dan aktivitasnya. Kampus adalah salah satu tempat yang menghasilkan berbagai jenis sampah, baik sampah rumah tangga maupun sampah lainnya. Hingga saat ini telah banyak upaya-upaya yang dilakukan untuk memperbaiki kerusakan lingkungan, seperti penerapan konsep green campus.

Green campus adalah sebuah upaya yang dilakukan untuk memperbaiki lingkungan terutama di area kampus. Mengingat kampus adalah tempat orang-orang berwawasan dan berpendidikan tinggi, maka pihak kampus harus peduli terhadap kehidupan di lingkungan sekitar kampus. Implementasi program green campus di Indonesia tidaklah mudah, manajemen kampus hingga mahasiswa perlu bekerja sama untuk dapat mewujudkan program tersebut.

Berdasarkan dari beberapa penelitian, diketahui bahwa salah satu penyebab kurang optimalnya implementasi konsep green campus adalah kurang optimalnya kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pihak manajemen kampus. Selain itu, rendahnya tingkat pemahaman terhadap konsep green campus juga dapat meningkatkan resiko terjadinya masalah dalam penentuan kebijakan yang tepat. Berdasarkan hal tersebut, diperlukan suatu kebijakan seperti Gerakan Eco-Literasi yang dapat dijadikan acuan dan dorongan untuk pihak kampus dalam mewujudkan pengembangan konsep green campus.

Eco-literasi adalah sebuah keadaan dimana seseorang sadar dan paham tentang pentingnya nilai lingkungan. Tujuan eco-literasi ialah sustainable community, artinya menciptakan komunitas yang peduli akan pentingnya nilai lingkungan.

Dengan adanya gerakan eco-literasi di kampus diharapkan dapat mendukung terwujudnya green campus. Mahasiswa yang bergabung di dalam gerakan eco-literasi memiliki beberapa peranan penting, yaitu :

  • Memiliki sikap peduli terhadap lingkungan, menghargai lingkungan dan memiliki sikap tanggung jawab terhadap masalah lingkungan. Contoh penerapannya yaitu : mahasiswa harus menjaga kebersihan khususnya di area fakultas masng-masing, dan rutin mengadakan gotong-royong di area fakultas minimal sekali seminggu. Bisa juga dengan membuat peraturan yang mampu menumbuhkan karakter peduli lingkungan.
  • Mengidentifikasi dan menganalisis masalah lingkungan. Misalnya : jika terjadi banjir komunitas gerakan eco-literasi bisa mencari tau penyebab banjir tersebut, apakah dikarenakan oleh sampah dan lain-lain.
  • Berpartisipasi aktif dalam menyelesaikan dan menjaga lingkungan. Misalnya : komunitas gerakan eco-literasi akan mensosialisasikan kepada seluruh mahasiswa kampus untuk mengurangi penggunaan sampah plastik, bisa dengan cara membawa botol minum sendiri dari rumah.
  • Mengembangkan gaya hidup ramah lingkungan. Misalnya : jika area kost dengan kampus tidak terlalu jauh boleh jalan kaki, atau cukup menggunakan satu motor saja bersama teman untuk mengurangi polusi.
  • Melatih mahasiswa untuk mendaur ulang sampah kampus menjadi  benda yang lebih bermanfaat dengan jargon “Dari Sampah Jadi Rupiah”.

Gerakan eco-literasi ini diharapkan bisa menjadi wadah informasi tentang lingkungan, sikap positif terhadap lingkungan dan keterampilan dalam menjaga lingkungan, sehingga dapat memujudkan pengembangan konsep green campus.

Ratna Susanti

Universitas Pasir Pengaraian – Sobat Bumi Regional Riau

Leave a Comment