Sobat Bumi Indonesia

Jaring Terlantar dan Ancaman Ghost Fishing

Infografis : Ersah Atthbarry R (UBT – Sobat Bumi Indonesia Regional Kalimantan)

Fakta Lingkungan – Ghost Fishing : Ancaman Jaring Ikan Terlantar 

Ghost fishing adalah fenomena ketika alat menangkap ikan yang hilang, rusak, atau ditinggalkan di laut, yang dikenal sebagai Abandoned, Derelict, Lost Fishing Gear (ADLFG) atau ghost gear terus mempengaruhi dan membunuh biota laut tanpa kendali. Menurut data Food and Agriculture Organization (FAO), sekitar 10% sampah laut global berasal dari alat tangkap yang hilang. Karena sebagian besar terbuat dari plastik dan bahan sintetis, jaring ini sulit terurai dan dapat bertahan di laut selama bertahun-tahun.

Apa Saja Dampaknya?? 🤔

Secara umum, ghost gear mengancam ekosistem laut karena menyebabkan kematian hewan laut secara terus-menerus serta mengganggu rantai makanan. Diperkirakan sekitar 0,64 juta ton alat tangkap hilang setiap tahun dan menjadi penyumbang signifikan polusi plastik laut.

Secara ekonomi, keberadaan jaring terlantar juga merugikan nelayan. Alat tangkap aktif dapat rusak akibat terangkutnya ghost gear, baling-baling kapal bisa terganggu, dan biaya operasional meningkat. Penelitian dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor menunjukkan nelayan harian di Indonesia berpotensi mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah per tahun akibat permasalahan ini.

Upaya Yang Bisa Kita Lakukan

Upaya mitigasi yang diperlukan untuk menekan dampak ghost fishing, antara lain melalui penataan regulasi penanganan sampah laut, penyediaan fasilitas perbaikan jaring seperti Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perbaikan Jaring, serta peningkatan kesadaran nelayan agar tidak membuang alat tangkap ke laut. Kolaborasi antara pemerintah, sejarawan, dan masyarakat pesisir menjadi kunci untuk menjaga kesehatan laut sekaligus melindungi kemiskinan mata pencaharian nelayan.

Yuk bersama-sama menjaga laut 🌊

Laut Sehat, Nelayan Sejahtera ✨

Leave a Comment