Sobat Bumi Indonesia

Ampas Kopi: Solusi Sederhana Untuk Air Tercemar

Saat ini, berbagai permasalahan dan isu terhadap lingkungan marak terjadi dan menjadi hal yang sangat sering dijumpai. Indonesia menempatkan pencemaran air menjadi salah satu dari 8 permasalahan lingkungan yang menempati urutan ketiga setelah deforestasi dan penggundulan hutan serta polusi udara. Di mana pencemaran air merupakan perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Menurut PP No.20 tahun 1990, dimana pencemaran air adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia sehingga kualitas dari air tersebut turun hingga batas tertentu yang menyebabkan air tidak berguna lagi sesuai dengan peruntukannya.

Padahal sebagaimana yang kita ketahui, bahwa air merupakan salah satu sumber daya yang memiliki peranan penting dan menjadi esensi dalam semua kehidupan di muka bumi ini. Terlebih sekitar 71% permukaan di bumi tertutup air dengan lautan yang menampung 96,5% dari seluruh air di bumi. Sebagai negara dengan kepulauan terluas, lautan Indonesia tentunya menampung air yang besar pula, namun apa jadinya jika permasalahan air di Indonesia menduduki peringkat ketiga dalam isu lingkungan?. Hal ini mengakibatkan pada tahun 2022 berdasarkan Badan Pusat Statistik, baru 44,94% bahwa rumah tangga di Indonesia mendapatkan akses air bersih, artinya masih ada 55,06% air di Indonesia yang belum bersih.

Tentunya ada berbagai faktor yang menjadikan pencemaran air di Indonesia menduduki nomor 3 dalam isu lingkungan, salah satunya karena keberadaan industri yang kian berkembang serta kesadaran dalam membuang sampah yang masih minim. Oleh karena itu, sebagai bentuk kasih dan kepedulian terhadap lingkungan serta semangat generasi muda untuk “Cintai Bumi, Selamatkan Bumi”, gagasan ini diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan lingkungan, khususnya pencemaran air.

Berasal dari latar belakang keilmuan di bidang pengendalian pencemaran lingkungan serta pemahaman mengenai pengolahan limbah sebagai material pengendalian, gagasan ini mengangkat pemanfaatan ampas kopi sebagai material alternatif untuk meregenerasi air yang telah tercemar. Ampas kopi merupakan salah satu hasil atau buangan dari proses pembuatan kopi yang dimana pada saat ini belum adanya pemanfaatan secara khusus dan masif ditengah maraknya perkembangan coffee shop yang ada di Indonesia atau khususnya di wilayah Cilacap. Mendasar pada penelitian-penelitian yang telah berlangsung, ampas kopi dapat dijadikan sebagai material penyerap zat pencemar pada air yaitu diubah menjadi adsorben.

Sebenarnya banyak sekali bahan buangan yang dapat diubah menjadi bahan penyerap atau adsorben, namun Aku melihat, masifnya perkembangan coffee shop di Indonesia umumnya dan khususnya di Cilacap dapat menjadi kesempatan besar dalam mengatasi permasalahan air, khususnya bagi air-air yang tercemar oleh buangan limbah industri maupun sampah domestik. Sehingga  hadirnya isu lingkungan dengan maraknya perkembangan coffee shop dapat menjadi suatu keseimbangan dalam mengurangi persoalan lingkungan yang ada. Selain itu persentase dalam proses penyerapan atau adsorpsi dapat mencapai 90% efektivitasnya terkhusus untuk penyerap logam pada air.

Melihat tingkat efektivitasnya dalam menyerap logam-logam pada air, yang dimana logam pada air sangatlah berbahaya, maka dengan pemanfaatan ampas kopi untuk meregenerasi air yang tercemar menjadi salah satu solusi mencapai kelangsungan air bersih yang ada di Indonesia khususnya pada wilayah yang berdekatan dengan industri. 

Dalam hal ini pemanfaatan ampas kopi menjadi sebuah material adsorben yang mendasar pada penelitian-penelitian yang telah ada sebagai penyerap zat pencemar pada air dapat dilakukan dengan proses secara kimia maupun fisika, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah proses dalam pengaktivasian ampas kopi sehingga akan mendapatkan hasil yang maksimal. Metode yang paling sering dan mudah digunakan yaitu pengarangan pada ampas kopi secara fisika yang kemudian diaktivasi guna membuka pori-pori yang dapat meningkatkan efektivitas penyerapannya.

Sehingga, ampas kopi yang berasal dari buangan coffee shop ini dengan sebelumnya belum ada pemanfaatan secara masif maka akan lebih bermanfaat apabila dapat diolah menjadi material adsorben sehingga dapat mengurangi permasalahan air bersih di Indonesia.

Astri Febrianti – Politeknik Negeri Cilacap
Sobat Bumi Regional Cilacap

Leave a Comment